RESENSI NOVEL “RADIKUS MAKAN KAKUS”

RESENSI NOVEL "RADIKUS MAKAN KAKUS"

A.    Identitas Novel

Judul Buku               :    Radikus Makan Kakus ( Bukan Binatang Biasa)
Pengarang                :    Raditya Dika
Penyunting               :    Christian Simamora
Penerbit                    :    Gagas Media
Tahun Terbit            :     Cetakan Pertama 2007
Tebal Buku              :    232 halaman

B. Sinopsis

Cerita pertama judulnya “Balada Badut Mabok” . Raditya Dika atau yang sering di panggil Dika sirik dengan teman-temannya yang kini sudah memasuki semester akhir dan sibuk membuat skripsi. Dia pun berencana untuk melakukan penelitian sendiri. Setelah berfikir-fikir ia pun mendapatkan ide untuk meneliti kehidupan badut dengan menjadi badut, mengingat keluarganya takut dengan badut semua. Ia pun mencari-cari tempat sewa kostum badut. Dan ketemulah dengan Mas Nanang orang yang biasa nyewain kostum badut, dia khirnyaa menyewa kostum Ksatria Inggris berkepala Harimau yang ia sebut dengan kostum Badut Mabok. Misi Dika awalnya hanya satu, yaitu kayang di depan MONAS. Namun sebelum ke MONAS Dika melakukan hal-hal konyol terlebih dahulu, seperti naik bajaj , pergi ke ratu Plaza, masuk ke Carrefour, naik jembatan Busway dan kayang disana sebelum harus kayang di depan MONAS, naik Busway ke MONAS dan berakhir dengan kayang di depan MONAS. Perjalanannya hari itu sangat melelahkan dan penuh dengan kejadian aneh selama menjadi badut.
Cerita kedua judulnya “Ngik” , tentang Dika ketemu dengan Toni temennya saat SD dulu yang ternyata punya penyakit Schizophrenia atau sering disebut penyakit kepribadian ganda. Sampai akhirnya Dika ngejauhin Toni karena dia aneh. Toni juga sering ke rumah Dika entah karena alasan apa tapi beruntungnya Dika tak pernah dirumah tiap Toni kerumah.
Cerita ketiga judulnya “Ketika Kau Menebeng” , awalnya Dika saat SMA suka naik bajaj kemana-mana kini berubah saat temennya yang namanya Aryo punya mobil baru dan akhirnya dia pun nebeng Aryo. Ternyata tak Cuma Dika yang menebeng, ada Hugo dan Christie yg juga memanfaatkan Aryo buat dianterin pulang kerumah atau yang lebih tepatnya nebeng. Dika sampe buat istilah keren buat orang-orang yang suka nebeng, yaitu “nebengers”. Daftar orang-orang yang suka nebeng Aryo pas pulang sekolah, menurut Dika adalah:
–          Hugo sering disama-samain dengan patung Asmat, karena menurut Dika kulit Hugo itu hitam banget. Hugo juga vokalis band, yang entah band apa.
–          Christie hanyalah cewek polos biasa.
–          Dika adalah orang yang paling berbahaya di mobil karena Dika suka tarik rem tangan tiba-tiba.
–          Aryo adalah orang yang paling normal satu-satunya dimobil itu. Ganteng, tinggi, cool, calm, baik dan tiap berfikir selalu pakai logika.
Kerjaan mereka bertiga adalah menggosipi si Mbip semenjak Christie, Hugo, Dika dan Aryo membahas nama kontak Hugo di Handphone milih Christie. Menurut Dika nama itu sangat penting sekali, itu berarti mencerminkan pemilik nama itu. Dan Hugo pun tiba-tiba nanya, apa arti nama Mbip. Siapa Mbip? Mbip ternyata siswa pindahan dari NTB yang baru pertama kali datang ke Jakarta, karena Mbip baru pertama kali ke Jakarta dia sangat polos dan tidak tahu menau soal Jakarta. Hal itu yang membuat Mbip sering menjadi bahan omongan anak-anak yang sekelas dengan Hugo dan Aryo berhubung Mbip teman sekelasnya Hugo dan Aryo. Teman-teman sekels Mbip pun mengajarkan Mbip untuk menjadi orang Jakarta, namun gagal.
Sampai akhirnya Mbip membacakan cerita karangannya tentang tindakan teman-temannya yang sering menertawainya, mengejeknya dan bertindak jahat dengannya. Tak hanya sampai disitu, ternyata setelah itu teman-teman Mbip dapat kabar kalo dia kabur dari rumah karena mengalami tekanan dari teman-teman di sekolah dan tantenya di rumah. Sampai-sampai orang tuanya yang di NTB mencari Mbip namun tak kunjung dapat.
Setelah Mbip hilang, orang-orang yang sering membicarakan Mbip pun kena karma tak secara bertubi-tubi. Entah itu emang kesialan atau itu
Setelah Mbip hilang, orang-orang yang sering membicarakan Mbip pun kena karma tak secara bertubi-tubi. Entah itu emang kesialan atau itu karma dari Mbip. Aryo yang sampai saat ini , jika terhitung dari kejadian Mbip sudah 3tahun masih mengalami kesialan.
Cerita keempat berjudul “Itu Tadi Manusia Bukan?” . Ceritanya si Dika lagi kebelet sampe-sampe tak sadar kalau dia masuk WC cewek sampai akhirnya saat dia ingin keluar dari stall WC cewek itu dia dengar ada suara cewek-cewek gerombolan masuk WC , saat itulah dia sadar kalo dia salah masuk WC. Selama 10menit lebih gerombolan itu masih di dalam WC lagi gosipin cowok sampe gosipin masalah hantu. Kemudian hening, Dika pikir mereka sudah keluar dia pun memutar kran air. Sontak terdengar teriakan cewek-cewek histeris, Dika pun tak kalah kaget mendengar teriakan cewek-cewek itu. Tak lama itu, hening lagi. Dika pikir mereka kini sudah benar-benar pergi tapi dia salah lagi , mereka masih berdiri di pintu WC. Untuk ketiga kalinya Dika menghidupkan kran air lagi, sampai tak terdengar suara teriakan lagi. Dika pun memberanikan diri keluar stall WC tersebut, dan benar-benar kosong. Saat dia keluar dari WC cewek Dika mengamati sekeliling untung tidak ada orang. Dika pun langsung berjalan santai.
Cerita kelima berjudul “Pertanyaan Untuk Tabib”. Isinya tentang daftar pertanyaan orang-orang yang dikirim ke emailnya. Dengan santai Dika pun menjawab semua pertanyaan itu seadanya, dengan gaya sok tau dan jawaban aneh darinya.
Cerita keenam berjudul “Arti Hidup” . Saat kelas 3 SMA kehidupan Dika benar-benar tidak beres, karena kerjaan dia hanya pacaran, bolos, baca komik dan hal-hal binal lainnya. Kemudian Dika berubah berkat di nasehati oleh Ibu Irfah wali kelasnya, beruntung Dika dapat berubah menjadi lebih baik lagi. Sampai tiba-tiba ia bermimpi tentang Ibu Irfah dan tiba-tiba terbangun dapat SMS dari teman sekelasnya yang isinya bahwa Ibu Irfah meninggal dunia di Tanah Suci Makkah. Dan tak lama itu ia bermimpi lagi Ibu Irfah menngajarnya, saat Dika ingin bertanya Ibu Irfah pun melayang pergi , Dikaterbangun lagi mendapat pesan dari temannya Dira bahwa suami dan anak Ibu Irfah meninggal akibat kecelakaan. Dika terdiam, ia bingung baru kali ini ia dapat pertanda seseorang akan meninggal. “Lalu apa arti hidup” hal itu terpikir dibenaknyamengingat sebelum Ibu Irfah meninggal , beliau menanyakan hal tersebut kepada Dika.
Cerita ketujuh judulnya “Guruku Seperti Macan”. Pada bab ini berisi kisah Dika yang tiba-tiba ditawarin buat ngajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia buat anak kelas 1 SMP dan 3 SMP di Pusat Bimbingan Belajar ( Bimbel) milik Ibunya. Pada saat itu kebetulan dia lagi libut kuliah jadi dia punya waktu luang menjelang ada guru baru .Yang benar saja, pada saat pertama kali mengajar rambut Dika di cat loreng, memakai baju batik hijau keemasan , celana bahan dan sepatu pantofel. Ia sampai dibilang sama anak kelas 3 SMP udah seperti macan, alhasil selama Dika mengajar ia dipanggil “Kak Macan” oleh salah satu muridnya yang bernama “Sukro”. Dika punya cara gimana supaya anak didiknya semangat belajar, yaitu dengan memberikan minuman softdrink atau snack bagi siapa saja yang bias menjawab pertanyaan darinya. Bahkan ada seorang anak yang mengukai cara mengajarnya, dan Ibu anak itu menelpon untuk mengatakan bahwa Dika guru yang asik kepada Dika yang Ibu tersebut mengira bahwa yang mengangkap telepon Pak Rofik Kepala Bimbel itu.
Cerita kedelapan berjudul “Lakukan dengan Microwave” . Selanjutnya pengalaman Dika saat kuliah di Australia. Disana itu makanannya mahal, jadi Dika dikasih tau Ibunya untuk masak namun nihil tak ada satupun keahlian memasak dimiliki olehnya. Sampai akhirnya temannya yang bernama Sabrina bahwa memasak di microwave itu mudah. Dan akhirnya Dika mencoba memasak di microwave, seketika dia bahagia karena memasak kini tak lagi amat teramat sulit karena kini ia bisa makan dengan gampang gak ribet. Tak berapa lama temannya Rudi kenalin mahasiswa dari Indonesia yang ternyata teman satu apartement Dika yang cuma beda 1 lantai Joseline namanya. Dika pun memanfaatkan situasi itu, jika dia kehabisan stok makanan dia bisa minta ke Joseline , Indomie contohnya. Malam itupun tiba, saat Dika kehabisan stok Indomie dia langsung kabur ke kamar Joseline untuk minta Indomie . Saat itu kompor Joseline rusak jadi , dia numpang masak mie di kamar Dika. Sampai dikamar Dika , Dika malah sibuk main computer , karena Joseline lapar dia memutuskan masak duluan dan meminta pancin ke Dika. Joseline biasanya masak di kompor ketika dikasih panci plastik dia ga tau itu panci buat microwave. Hasilnya ia pun memasak diatas kompor kemudian panci itu terbakar membuat alarm kebakaran berbunya. Dika langsung lari ke dapur untuk mematikan alarm itu. Betapa dia kaget melihat panci plastik kesayangannya kebakar diatas kompor. Merekapun segera memadamkan api, dan Joseline menjelaskan apa yang terjadi ke Dika.
Cerita kesembilan yang berjudul “Dizalimi Kala Banjir” . Bagi Dika bajir adalah hal terburuk dalam hidupnya karena pada saat SD dia pernah pergi kesekolah walaupun sekolahnya banjir , tapi pas mau masuk kelas dia kecebur kedalamgot yang tak terlihat bentuknya. Dan kini dia dengan supir dan keempat adiknya ( Anggi, Ingga, Yudith dan Enggar) yang habis pulang dari rumah tantenya kejebak macet di jalan Sudirman gara-gara ada genangan air alias banjir. Awalnya sih dia mau diam saja dimobil tapi gagal gara-gara adik-adiknya lapar dan mau buang air kecil. Dika punmelihat jalan lintasan Busway sepi, dia punya ide untuk bawa adik-adiknya ulang kerumah naik Busway. Sesampai di depan halte Busway , haltenya mau tutup karena jalurnya mau dipake buat kendaraan pribadi mengingat macetnya sudah parah. Rencanapulang naik Busway pun gagal, akhirnya Dika pun ganti rencana jadi pergi cari tempat makan sekalian cari WC buat Enggar yang udah sangat-sangat kebelet. Setelah mencari dan mencari mereka pun memutuskan makan di Restaurant Thailand, tapi tidak memuaskan karena makanannya tidak enak. Seusai makan mereka pun keluar dari gedung itu, masih dengan suasana macetnya jalan Sudirman.
Cerita kesepuluh judulnya “Gak Bisa Jongkok”. Kisah Raditya Dika saat dia mau buang air besar , nyari WC di jalan tol gak ketemu dan pas nanya ke petugas tol WC nya sudah lewat. Dika pun bersama Deta masih dijalan tol melirik-lirik, celingak-celinguk mencari WC. Akhirnya keluar dari tol Dika tidak kuatlagi dia berhenti di depan laundry, tapi hasilnya buruk laundry itu tutup. Dia puun lari ke pemukiman warga , mencari rumah yang ada penghuninya diluar. Saat sudah ketemu , ternyata di WC nya adaorang. Ibu tersebut menyarankan untuk pergi ke rumah di ujung gang tak jauh dari sana. Sesampai dirumah itu Dika langsung meminta izin menggunakan WC nya, Ibu tersebut memberikan izin. Hal tak terduga kembali terjadi, di bak mandi ada ikan. Kata Ibu pemilik rumah , itu ikan buat makanin nyamuk DBD. Dikatak peduli, yang terpenting saat ini dia bisa buang air besar secepatnya.
Cerita kesebelas judulnya “Kacang Untuk Palentin” . Dika gak setuju kalo hari Valentine itu disimbolkan dengan coklat, dimana tiap orang harus ngasih coklat ke pasangannya.dia lebih setuju kalo itu kacang karena kacang lebih murah daripada coklat. Sampai-sampai Dika membuat permainan yang berjudul MerCang ( Meriam Kacang ) sangking fanatiknya dengan kacang. Saat hari Valentine Dika memang tidak memberikan pacarnya coklat tapi boneka, sialnya diboneka tersebut masih tertera harganya. Hal itu membuat dika malu , dia menyesal telah memberikan boneka.dia pikir lebih baik dia mengajak pacarnya untuk mau MerCang saja dengan menggunakan hidung sebagai meriamnya dan kacang sebagai pelurunya.
Cerita kedua belas judulnya “(.)(.)” . Mata kuliah Matematika adalah mata kuliah yang buat Dika ingin bunuh diri. Dari penjelasan dosennya dia hanya mengerti soal Matriks Dasar, sisanya ? Dia hanya bisa diam dan bingung. Dia apartement pun dia udah ngulang berkali-kali tapi alhasil gagal, sma seperti semula , tak ada yang iamengerti. Kemudian diambilnya kalkulator, bukan untuk belajar soal matematika tapi sibuk membuat gambar “(.)(.)” . begitu pula di kelas berikutnya, dia tidak memperhatikan dosen tersebut menjelaskan soal Matematika, dia hanya sibuk dengan kalkuatornya.
Cerita ketiga belas judulnya “That is So Guy” . Pengalaman Dika saat jadi bintang tamu di Radio X yang ternyata penyiarnya itu Gay. Dika yang tak tahu apa-apa menganggap David bercanda soal masalah gay dan menanggapi masalah gay seolah-olah Dika itu gay. Pada akhir pertemuan David dan Dika, saat salaman tangan Dika digelitik oleh David , Dika masih tidak tahu kalo David gay. Setelah keluar dari Studio dan berencana makan siang dengan temennya Dika, Anas. Anas cerita ke Dika kalo David itu gay, seketika Dika Cuma bisa geli-geli sendiri mengingat masalah saat di Studio Radio X.
Cerita keempat belas judulnya “Menteri atau Petani” . Pergi bareng Ibunya sudah menjadi kebiasaan Dika, dari naik mobil, pesawat sampe kereta sekalipun. Saat mereka ingin ke Solo Ibunya Dika melihat seseorang yang mirip dengan menteri, tapimenurut Dika itu bukan menteri karena dandanannya lebih mirip petani. Tapi ternyata Ibunya Dika benar, tidak lama setelah Ibunya Dika menemui menteri tersebut , orang-orang ramai mengerumuninya.
Cerita kelima belas judulnya “Stripper” . Kali ini Dika menceritakan soal adinya yang bernama Anggi. Dia hobi gambar, yang gambarnya gak ada mirip-miripnya dengan bentuk asli yang ia gambar. Dia mlah punya cita-cita menjadi tukang gambar komik yang disebut dengan Stripper. Hobi Anggi itu beda-beda, kadang gambar benda, kadang gambar makhluk hidup kadang gambar komik dan sekarang dia lagi ngikutin jejak abangnya si Dika yaitu nulis cerita , yang kalo di baca ceritanya itu datar.
Cerita keenam belas judulnya “BEER” . Saatdi Australia Dika punya teman dari Jepang bernama Takuji, Takuji adalah penggila bir, baginya bir adalah segalanya. Sampai suatu ketika mereka dapat tuga presentasi soal apa yang mereka sukai. Tiba saatnya Takuji, ia mempresentasikan soal kegemarannya minum bir. Bir adalah minuman favoritnya nomor satu. Ia juga membawa bermacam-macam jenis bir pada saat presentasi , meminumnya satu per satu lalu menjelaskan rasanya dengan detail. Sampai akhirnya bir ke tujuh , muka Takuji sudah memerah. Dosennya pun memberhentikan presentasi Takuji, takut hal tak terduga akan terjadi. Kemudian anak kelas bahasa diundang ke garden party-nya Gubernur South Australia, disana begitu banyak bir , itu membuat Takuji amat senang. Selama acara Takuji hanya mencicipi semua jenis bir yang ada disana , saat ia merasa tak kuat lagi Chang mahasiswa dari Malaysia menggodanya untuk tetap minum walaupun wajah Takuji sudah memerah. Entah sudah berapa gelas bir yang diminum oleh Takuji, karena kasihan Sung mahasiswa dari Korea menyarankan untuk mengantar Takuji pulang karena melihat keadaannya sudah benar-benar mabuk berat.karena Sung yang menyarankan, jadilah dia yang mengantar Takuji pulang. Saat menuju ke gerbang keluar melewati taman bunga mawar,tak sengaja Takuji memuntahkan isi perutnya kesalah satu kumpulan buka mawar tersebut. Sung pun langsung panik dan mengamati keadaan sekitar, untungnya tidak ada yang melihat. Mereka berdua pun langsung pergi ke parkiran, dan Sung segera mengantar takuji pulang.
Cerita ketujuh belas judulnya “Bukan Binatang Biasa”. Pada bab ini menceritakan perjuangan Dika dan teman SMA-nya buat SPMB yang rata-rata ingin masuk UI. Belajar segiat-giatnya , gak peduli sebelumnya kita gimana yang terpenting saat itu belajarlah dengan giat. Dika sebelumnya sempat pesimis karena mengingat dirinya murid pemalas dan sering bolos apa bisa masuk UI, tapi setelah itu BTA ia yakinin dalam diri dia kata-kata guru tersebut. “Kalian itu tercipta akibat persaingan jutaan sel sperma memperebutkan satu sel ovum, masa SPMB yang cuma melawan ribuan orang aja kalian gak bisa.” Seteah itu Dika banyak ikut kegiatan yang menguntungkan yang bisa membuat dia lulus SPMB di Fakultas Fisika UI. Berlatih soal SPMB yang awalnya sulit lama-kelamaan jadi hal yang biasa aja,mengingat dia sering mengerjakan soal itu dengan giat. Tapi orang tuanya mendaftarkan dirinya juga untuk kuliah di Australia. Saat Dika udah di Australia dia dapat pesan dari pacarnya , bilang kalo pacarnya lulus Sastra Cina di UI dan bilang kalo dia juga lulus Fisika di UI. Lalu Dika menghubungi Bapaknya untuk memberi tahu hal itu , tak lupa pula Ibunya. Ternyata orang tuanya di Indonesia sudah mengetahui kabar itu. Orang tuanya bangga dengan Dika karena bisa lulus di UI. Namun Dika tetap teguh dengan keputusannya untuk kuliah di Australia. Ibunya pun menelpon Fito untuk menyamar menjadi Dika hanya untuk mengikuti tes kesehatan dan mendapatkan almamater kuning mulik UI, setidaknya walaupun tidak kuliah di UI, Dika punya almamaternya, begitulah pikir Ibunya.

C.    Kelebihan dan Kekurangan Novel

    Kelemahan:
Bahasa yang digunakan dalam buku ini masih kurang baik untuk dibaca oleh semua kalangan , dan juga pembahasan yang dibahas juga kurang cocok untuk semua kalangan. Ada baiknya diberikan label bahwa buku ini cocok dibaca oleh kalangan yang mana. Dan juga ada beberapa bagian yang masih salah dalam pengetikan. Bahasa yang digunakan cenderung kurang sopan juga untuk beberapa kalangan. Kalimatnya juga ada yang sulit dimengerti.

    Kelebihan:
Buku ini memiliki amanat pada beberapa ceritanya, bukan hanya sekedar novel komedi penghibur semata. Sangat cocok untuk kalangan muda, karena novel ini berisi saat masa-masa SMA dan saat masa kuliah.


Baca Artikel Lainnya: